
DATA :
SEMARANG, SELASA - Dari tahun 2003 hingga tahun 2008 titik rawan bencana tanah longsor potensi tinggi di Jawa Tengah meningkat dari 97 kecamatan di enam kabupaten menjadi 120 kecamatan di kabu paten yang sama. Memasuki musim hujan, proses longsor akan semakin mudah terjadi dengan curah hujan dan intensitas turunnya hujan yang tinggi.
"Demikian disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono di Kota Semarang, Selasa (29/10). Dengan bertambahnya wilayah yang masuk dalam titik rawan longsor, masyarakat harus lebih waspada," ujarnya.
Teguh menyebutkan, enam kabupaten yang rawan bencana tanah longsor yaitu Kabupaten Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, Brebes, Tegal dan Pemalang. Keenam kabupaten tersebut menurut Teguh memiliki karakteristik berada pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi, atau memiliki curah hujan tinggi.
"Tingginya curah hujan menyebabkan longsor mudah terjadi. Beberapa daerah dengan curah hujam tinggi, yaitu 500-600 mm/bln, misalnya Kabupaten Banyumas bagian utara, Purbalingga bagian utara, Brebes wilayah selatan, dan Tegal bagian selatan," katanya.
Wilayah lain dengan curah hujan sedang, yaitu 300-400 mm/bln pun perlu diwaspadai jika intensitas hujannya tinggi. Daerah-daerah itu misalnya Kabupaten Kebumen, Banjanegara, Wonosobo, Cilacap, Pekalongan dan Pemalang.
Peneliti dari Pusat Studi Geologi Bandung, Jawa Barat Sutikno Bronto mengatakan, curah hujan di Jawa Tengah rata-rata tergolong tinggi sehingga akan sangat berpengaruh pada gerakan tanah. Tetapi, Sukinto menyampaikan, bencana tanah longsor tidak hanya disebabkan oleh fenomena alam saja. Beberapa wilayah lain yang harus diwaspadai saat ini adalah wilayah pemukiman di tanah miring yang tidak memperhit ungkan keamanan, lalu pemotongan tebing jalan yang curam.
"Kalau kemiringannya terlalu curam, dipasang tembok penyangga pun tidak akan dapat mencegah longsor. Karena itu sebaiknya pencegahan ini sudha dilakukan sebelumnya dengan berkonsultasi dengan dinas terkait," ujarnya.
Sebagai antisipasi, Teguh menyampaikan pihaknya akan berupaya menyampaikan peringatan dini dengan memasang patok-patok pemantau gerakan tanah pada lokasi-lokasi yang dinyatakan rawan longsor, mencermati munculnya retakan-retakan pada lok asi berlereng, serta menyiapkan tanda bahaya.
Untuk itu, menurut Teguh diperlukan tindakan berupa melandaikan lereng curam dengan pembuatan terasering, menutup dan memadatkan retakan-retakan tanah pada medan berlereng, menutup atau memindahkan aliran air yang menuju ke lereng, serta membuat penahan pada tebing dan kaki lereng yang curam
INFORMASI :
longsor di jawa tengah bnyk menelan korban . longsor di sebab kan olh banjir yg terjadi terus menerus .